Program satu Gampong satu Hafidz

emerintah Kabupaten Aceh Besar segera menjalankan program untuk melahirkan minimal satu hafidz (penghafal 30 juz Alquran) di setiap gampong (desa). Program ini dilaksanakan di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar.

2/25/20192 min read

Pembahasan tentang teknis pelaksanaan program satu hafidz satu gampong ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam focus grup discussion (FGD) yang dilaksanakan Pemkab Aceh Besar melalui Disdikbud, di aula D'Energi Coffee Ingin Jaya, Sabtu (23/2/2019).

FGD ini diikuti beberapa Organisasi Perangkat Daerah terkait bersama MPD, PGRI, dan lembaga organisasi lainnya, dilaksanakan dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan sistem pendidikan terpadu dan penerapan Program Ma'had Tahfidz di Aceh Besar.

Kepala Disdikbud Dr Silahuddin MAg meminta seluruh pihak yang hadir dalam FGD agar memberi masukan yang konstruktif untuk pengembangan program pendidikan di Aceh Besar yang lebih baik dan lebih maju.

“Sehingga pendidikan menjadi milik semua elemen, tidak lagi menjadi tupoksi dinas pendidikan, sekolah, dan guru saja,” ungkap Silahuddin seperti dirilis siaran pers Humas Pemkab Aceh Besar.

Para peserta yang hadir dalam FGD memberikan respons positif terhadap rencana Pemkab Aceh Besar yang akan melaksanakan Program Tahfidz untuk mendukung terciptanya satu gampong satu hafidz.

Banyak masukan dalam diskusi yang dilaksanakan selama dua jam tersebut.

T Mardhatillah, guru tahfidz dari LPTQ Aceh Besar menyampaikan bahwa beberapa tahun lalu pendidikan Alquran hanya dilaksanakan dalam keluarga, baik menghafal, membaca, maupun mempelajari.

"Saat ini sudah sangat jarang dan hampir tidak ada lagi pendidikan Alquran dalam keluarga, sehingga diinisiasilah muncul pondok tahfidz dan upaya pemerintah melaksanakan program pendidikan tahfidz. Jangan hanya untuk anak yang pintar saja, tetapi diharapkan harus juga menampung anak-anak yang kurang memiliki daya tangkap hafalan," ungkap Mardha.

Majelis Pendidikan Daerah Aceh Besar, Abu Bakar MPd memberi apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan SPT (Sistim Pendidikan Terpadu) yang baru dilaksanakan sebagai pilot project.

Abu Bakar mengatakan telah beberapa kali melihat langsung penerapannya ke beberapa sekolah di Aceh Besar.

"Pendidikan terpadu telah menampakkan perubahan kepribadian anak didik, dimulai lagi dengan menghormati orang tua dan guru dengan mencium tangan dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh dewan guru. Harapan selanjutnya adalah lahirnya nilai kejujuran, toleransi, saling menghargai dan nilai universal lainnya para siswa kita," ungkap Abu Bakar.

Komisi V DPRK Aceh Besar, Irawan Abdullah juga memberikan masukan terhadap pelaksanaan Ma'had Tahfidz di Aceh Besar.

Ia berharap program tersebut tidak hanya sebatas dilaksanakan pada pemerintahan ini saja, namun harus dalam jangka panjang dan harus terintegrasi dengan program di lembaga pemerintahan lainnya baik dinas dayah, Baitul Mal, dan lainnya.

"Program ini membutuhkan sumber daya yang sangat besar, apalagi dilaksanakan dengan pembentukan lembaga baru di tempat yang sudah ada yaitu di Pesantren Al Fauzul Kabir Kota Jantho, sehingga harus terintegrasi dengan baik," kata Irawan.

Program SPT yang telah berjalan di beberapa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Aceh Besar, dilaksanakan dengan kegiatan dari pagi hingga waktu ashar, selama 6 hari dalam seminggu.

Programnya diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler, diniyah, tahfidz, dan tahsin, pada sore.

Sementara paginya tetap berlangsung pendidikan umum dengan pelaksanaan Shalat Dhuha dan shalat fardhu berjamaah tepat waktu.

Sementara Program Ma'had Tahfidz yang akan diboarding di Ponpes Al Fauzul Kabir sedang dirumuskan konsep pelaksanaan, manajemen, dan pendidikan oleh Dewan Komite yang ditunjuk oleh Pemerintah Aceh Besar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fata Muhammad mengatakan, FGD yang dilaksanakan pagi tadi akan menjadi masukan dan rujukan untuk merumuskan Peraturan Bupati maupun rumusan sebagai rancangan Qanun Pendidikan Tahfiz Al Quran di Aceh Besar.

Hal ini bertujuan untuk melahirkan generasi qurani yang mampu menjadi imam dan memakmurkan meunasah-meunasah di gampong Aceh Besar di masa mendatang.